Jumat, 03 Agustus 2018

Persiapan Sebelum Latihan Meditasi


Meditasi saat ini sedang berkembang pesat diberbagai kalangan dengan teknik, gaya dan cara yang beragam. Tujuannya pun berbeda-beda pula, yang pada kesempatan lain alan saya coba untuk membahasnya dalam materi terpisah.
Untuk mendapatkan hasil yang diharapkan dan maksimal maka ada baiknya sebelum melakukan Latihan Meditasi, lebih dahulu melakukan persiapan yang cukup baik secara fisik maupun mental.

Ada pun hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk berlatih meditasi bersifat fleksibel tergantung kebiasaan dan kebutuhan masing--masing, seperti misalnya;
1. Tempat yang nyaman dan bersih.
Tempat untuk melakukan latihan meditasi akan sangat berpengaruh terhadap pencapain utamanya bagi para pemula. Sehingga penting untuk memilih tempat yang bersih, tenang, dan nyaman. Tapi bagi yang sudah mahir tidak memerlukan tempat yang khusus, bisa di mana saja dan kapan saja.

2. Bersihkan diri

Kebersihan ini berkaitan dengan kenyamanan, dalam hal bisa dilakukan pembersihan seperti mencuci muka, tangan dan kaki. Ada beberapa bagian tubuh yang apabila di basuh air akan membantu memberikan rasa nyaman dan ketenangan pikiran, seperti misalnya telinga, leher, lutut, siku dan tangan. Dengan membasuh bagian itu bisa membantu pikiran terasa lebih nyaman dan tenang. 

3. Lakukan peregangan

Peregangan ini bertujuan untuk melepaskan ketegangan pada otot tubuh untuk menumbuhkan suasana relax pada otot, sehingga bisa membantu mencapai kondisi relax lebih cepat pula pada pikiran. Maka lakukan peregangan pada kaki, tangan, leher dan juga pinggang. Sesuaikan dengan kebutuhan masing--masing.

4. Lakukan pranayama

Pranayama adalah teknik pernapasan yang biasa di gunakan pada praktisi yoga, hal ini juga bertujuan untuk membantu mencapai kondisi pikiran yang lebih tenang dalam waktu yang lebih singkat. Hal inj tentu memerlukan konsultasi dan bimbingan dari orang yang sudah berpengalaman di bidangnya

5. Duduk dan relax

Setelah serangkain persiapan tadi atau beberapa yang dipilih sesuai kebutuhan masing-masing, maka langkah selanjutnya dari persiapan ini adalah duduklah dengan relax namun punggung tetap tegak pejamkan mata, berdoa sesuai keyakinan masing-masing. Lalu mulailah berlatih meditasi sesuai yang sudah di pelajari, selamat berlatih semoga mendapatkan hasil yang lebih baik. Tapi jika anda belum memiliki teknik meditasi anda dapat menggunakan Teknik Meditasi Untuk Pemula, atau jika memang anda penekun spiritual yang serius bisa mempelajari Teknik Meditasi Bahung Tringan di Pesraman Bahung Tringan Bebandem Karangasem Bali.

Selasa, 31 Juli 2018

Indikator Suatu Hubungan Antar Personal

Kadang gejala yang muncul dalam kehidupan sehari-hari bisa jadi merupakan isyarat yang memberikan kita pertanda sebuah hubungan itu sudah seperti apa keadaannya


Mungkin diperlukan sedikit kepekaan untuk menyadari apa yang kita hadapi dalam pergaulan kita sehari-hari. Sikap dan respon yang kita terima dari sahabat atau teman bisa jadi adalah sebuah gambaran hal tersirat dari perasaan yang dipendam oleh sahabat kita. Mungkin ini adalah beberapa pertanda yang bisa kita amati, meski tak semuanya benar, tapi bisa jadi adalah sebuah isyarat untuk kita jadikan pertimbangan, seperti:
  1. Jika kamu sudah seperti pil tidur bahkan obat bius baginya, maka dia sudah mulai jenuh atau bosan denganmu. Ciri khas dari seseorang yang mulai bosan dan malas adalah mengantuk, atau pura-pura ngantuk. Coba saja amati orang yang menghadiri seminar yang membosankan, pasti kebanyakan menguap. jadi jika dalam sebuah hubungan, begitu melihatmu dia langsung menguap dan ngantuk itu pertanda dia sudah bosan dan jenuh melihatmu.
  2. Apabila kamu masih seperti suplemen paling mujarab bagi sahabatmu, maka kamu masih cukup berarti baginya. Maksudnya adalah ketika dia jadi begitu bersemangat untuk berkomunikasi denganmu di setiap waktu, seperti tak ada matinya siang dan malam, maka dia sedang sangat bersemangat padamu.
  3. Kalau dia masih rajin menyapamu, melebihi dosis minum obat 3x sehari, itu tandanya dia juga masih bagus responnya padamu, entah karena dia merasa nyaman denganmu atau alasan lainnya.   
  4. Sedangkan jika dia sudah mulai komunikasinya seperti hari minggu, datangnya sekali seminggu, maka itu pertanda diasudah tidak begitu mengharapkanmu, entah karena kamu memang tidak menyenangkan lagi, atau karena posisimu sudah tergantikan oleh orang lain.
  5. Adakalanya juga dia tidak pernah mau menyapa dengan berbagai alasan yang di berikan seolah semuanya masuk akal sehingga menjadi terkesan wajar, ini juga merupakan pertanda bahwa hubungan yang ada mulai berubah.
  6. Pada saat toleransi menurun bahkan hilang, sehingga setiap tindakanmu mulai jadi masalah yang panjang, bisa jadi kehadiranmu sudah tidak diharapkan lagi.
Tentu da banyak gejala lain yang mungkin bisa kita amati dan rasakan dari komunikasi yang kita jalani sehari-hari dalam pergaulan sosial. Mungkin kita perlu sedikit belajar memahami apa yang terjadi sehingga menjadi lebih efektif dalam suatu hubungan.

Minggu, 24 Juni 2018

PULANG KAMPUNG

Duduk di teras tanpa meja juga kursi, di lantai tanpa alas, karena memang sederhana seperti itulah kehidupan kami, hanya ditemani segelas kopi dan sepiring kolak (ala selat duda) buatan memek, yang di buat dari bahan yang kebanyakan di dapat dari kebun, sambil memandangi sekitaran, meski hujan tiada henti dan kabut tebal menyelimuti perbukitan, membatasi jarak pandang hanya beberapa langkah saja, ditambah angin bertiup sangat dingin menusuk terasa hingga ke tulang, namun tak menyurutkan keinginan untuk pulang, sebab kata pulang itu seperti kata lain dari sebuah kerinduan pada orang tua dan rasa yang tak tergantikan dengan kata2.
Setiap mengucapkan kata pulang, seperti mengingatkan sebuah rasa yang selalu ada, rasa rindu pada ketenangan diantara kicau burung yang bersahutan di dahan, atau kokok ayam jago  dan gemerisik dedaunan tertiup angin. Rasa rindu pada aroma tanah yang tersiram hujan. Rasa rindu kepada kesejukan, yang datang dari hijau dedaunan yang di bawa angin laut yang datang dengan menyusuri lembah dan mendaki perbukitan, hingga semua menjadi satu disini, mengisi ruang dan menyatu dalam rasa, harmonis dan selaras dalam sebuah penerimaan tanpa syarat.

#theoryomongkosongku

Jumat, 22 Juni 2018

Terbuai Pesona

Sejenak langkahku terhenti
Dari perjalanan panjang
Teralihkan...
Terpesona keindahan
Yang menghampar lepas lugas di hadapan
Lekuk liku panorama polos  menggoda iman
Membangkitkan segala hasrat gairah
Aku menatap penuh hasrat setiap sisian
Menyusuri dalamnya  jurang lembahmu
Menyisir perlahan tiap tepian tebingmu
Mendaki pandangan ke bukit bukitmu
Meresapi kesegaran hijau pepohonan
Halus lembut tiupan napas kehidupan
 Bisikan dedaunan mendesah diterpa angin
Nyannyian burung di dahan
Menggugah jiwa, menari dengan alun iramamu
Aku terbuai dalam rasa
Terlena keindahan tiada tara
Mabuk pesona tanpa tanding
Melahirkan keserakan
Untuk tetap ada disini
Memilikinya
Sendiri
Hingga aku lupa
Bahwa aku punya perjalanan untuk dilanjutkan
Ada tujuan yang mesti diraih
Ketika batas akhir kehidupan menjelang
Kebimbangan hadir dalam benak
Antara terbenam dalam buai indahmu
Atau meraih tujuan dan menikmati proses
Lalu melupakan semua yang telah terjadi.

Hanya Aku


Aku merindu, teramat dalam
Pada keberadaan yang tiada
Pada ruang tanpa sekat
Pada  waktu tanpa batas
Pada kebebasan tanpa syarat
Tak berawal tiada akhir

Perjalanan tanpa langkah
Menuju kekosongan
Pada sunyi nan damai
Diam namun ritmis
Dalam luruhnya semua batasan
Antara engkau dan aku
Juga ada dan tiada

Terasa ada tapi tak terlihat
Tak ada terang juga gelap
Semua terbuka polos
Semua terlihat
Jelas
Sederhana
Seperti adanya
Semua  padu dan tinggallah satu
Dan itu adalah AKU
Dalam sebuah kesadaran
Tak terusik kesedihan
Tak tersentuh kebahagian
Tawa
Tangis
Kehadiran
Kepergian
Semua sama adanya

Kamis, 21 Juni 2018

Jangan menunggu saya sampai jadi malaikat

Jangan melihat siapa saya, yang terpenting  perhatikan apa yang saya katakan. Jika apa yang saya katakan itu adalah sesuatu yang secara logika itu baik, atau sejalan dengan teori yang ada tentang hal yang di anggap baik di masyarakat, maka gunakanlah, tak perlu melihat dan menunggu apakah saya sudah melakukannya atau belum.
Sebab apa? Jika harus menunggu saya sudah melakukannya dulu, maka anda telah kehilangan kesempatan untuk menjadi lebih baik.
Terkadang kita berpikir dengan pola yang kaku, bahwa nasehat yang baik harus datang dari orang yang dianggap baik saja.
Padahal kalau di pikir lebih dalam lagi, bahwa orang yang dianggap baik itu juga manusia, tentu juga punya sisi kekurangan, kealfaan atau  khilaf, sehingga bisa saja, juga melakukan atau mengatakan hal yang salah.
Begitu juga orang yang dianggap sebagai orang yang tidak baik, juga manusia biasa, pasti tetap saja punya sedikit sisi nurani yang baik. Kenapa saya katakan seperti itu? Seorang yang di vonis masyarakat sebagai penjahat bisa menasehati seseorang untuk tidak menjadi penjahat, itu kenapa? Karena dia mungkin sudah menyadari bahwa jadi penjahat itu bukan pilihan yang baik.
Lalu apakah kita harus menunggu orang itu tidak menjadi penjahat dulu, baru kita percaya dan menuruti nasehatnya? Lalu apakah kita mau ikut jadi penjahat selama orang yang menasehati itu masih jadi penjahat? Menurut saya jawabnya tidak.
Yang namanya nasehat dari siapapun keluarnya, sepanjang itu untuk kebaikan dan dianggap benar secara umum, maka lakukanlah. Raih kesempatan untuk menjadi baik saat itu juga, tidak perlu menunggu yang menasehati jadi lebih baik dulu.
Bunga lotus, yang sangat indah, tak basah oleh air dan tak terkotori oleh lumpur, begitu orang sering bilang, tak pernah menunggu kolam menjadi jernih dulu untuk menumbuhkan bunganya yang istimewa, yang bagi beberapa kalangan dianggap sebagai lambang kebijaksanaan dan kesucian. Pada saat harus berbunga maka di lumpur pun tetap bisa menumbuhkan bunga yang indah.
Begitu juga angsa, tak menunggu lumpur terpisah dari makanannya untuk mulai makan. Angsa mampu memilah makanan yang bercampur dengan lumpur melalui paruhnya.
Ini menggambarkan bahwa kebaikan tidak selalu terpisah dan menjauh dengan hal yang dianggap kotor atau kurang baik. Hal baik bisa saja keluar dari tempat yang terlihat kurang baik. Jadi ambil kesempatan untuk menjadi lebih baik meskipun datang dari orang yang dianggap orang tidak baik. Anggap saja Tuhan punya cara menitipkan pesan kebaikan lewat cara itu.
Jadi jangan buru-buru menghujat ketika ada orang menasehati tapi liat dulu nasehatnya, jika yang dikatakan itu benar maka terima dan jalankan saja. Dan jadilah lebih baik.

#theoryomongkosongku

Selasa, 27 Februari 2018

Ketakutan

Ketakutan adalah suatu tanggapan emosi terhadap ancaman. Takut adalah suatu mekanisme pertahanan hidup dasar yang terjadi sebagai respons terhadap suatu stimulus tertentu, seperti timbulnya rasa sakit atau ancaman bahaya. Ada juga yang menyebutkan bahwa takut adalah salah satu dari emosi dasar, selain kebahagiaan, kesedihan, dan kemarahan.
Ketakutan harus dibedakan dengan kegelisahan, yang umumnya terjadi tanpa adanya ancaman eksternal. Ketakutan juga terkait dengan suatu perilaku spesifik untuk melarikan diri dan menghindar, sedangkan kegelisahan adalah hasil dari persepsi ancaman yang tak dapat dikendalikan atau dihindarkan.
Ketakutan selalu terkait dengan peristiwa pada masa datang, seperti akan memburuknya suatu kondisi, atau terus terjadinya suatu keadaan yang tidak dapat diterima. Orang dengan sifat dasar  takut, khawatir, cemas tidak menyukai perubahan, karena adanya perubahan memunculkan spekulasi pikiran akan munculnya resiko yang mungkin timbul dari perubahan itu. Rasa takut bisa merusak keadaan yang telah ada.

Panas dingin, napas memburu, sekujur tubuh menegang, gemetaran dan berkeringat dingin. Namun tidak dapat berkutik, terdiam kaku di tempat. Jantung berdebar sangat keras, terasa seperti akan melompat keluar dada, dan bulu kuduk di tengkuk leher berdiri.
Entah itu hantu dari film horor atau kecoa yang menjijikan, kita semua punya rasa takut akan sesuatu. Entah itu nyata atau jhayalan tetap memberi efek yang sama pada tubuh.

Ketakutan adalah salah satu perasaan manusia yang mendukung dan melindungi eksistensinya. Karena rasa takut itulah orang bisa berusaha untuk menjaga dan mempertahankan dirinya. Rasa takut ini bisa memunculkan berbagai gambaran dalam imajinasi pikiran yang tentu saja bisa memperbesar ketakutan itu sendiri. Ketakutan juga bisa memunculkan berbagai upaya yang mungkin saja baik dan membaikan, atau bahkan yang keliru dan merusak. Semuanya mungkin dan sangat manusiawi. Hanya bila bisa melewati itu dan menerima itu tanpa perubahan perasaan yang naik turun terlalu jauh, maka kedamaian itu bisa dirasakan.